Tampilkan postingan dengan label saat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Desember 2013

Tahukah Kamu Mengapa Kita Butuh Mimpi Saat Tidur

Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari University of California, Berkeley, mengindikasikan bahwa lamanya waktu bermimpi ketika tidur dapat mengatasi penderitaan yang menyakitkan.
http://image.tempointeraktif.com/?id=63871&width=475

Peneliti UC Berkeley menemukan bahwa, selama fase mimpi dalam tidur, atau tidur rapid eye movement (REM), yaitu ketika bola mata bergerak cepat saat tidur, zat kimia stres dipadamkan dan otak memproses pengalaman emosional dan mengikis memori yang menyakitkan.

Temuan ini menawarkan sebuah penjelasan yang menarik soal mengapa orang yang menderita kelainan stres pasca-kejadian traumatis, seperti veteran perang, menemui kesulitan untuk pulih dari pengalaman yang membuatnya tertekan dan berulang kali dihantui mimpi buruk. Penelitian ini juga menawarkan jawaban mengapa kita bermimpi.

"Tahap mimpi tidur, berdasarkan komposisi neurokimianya yang unik, memberikan semacam terapi sepanjang malam, sejenis balsam menenangkan yang membuang semua hal yang tajam dari pengalaman emosional pada hari sebelumnya," kata Matthew Walker, dosen psikologi dan neuroscience di universitas itu yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Bagi penderita stres pasca-peristiwa traumatis, terapi malam ini mungkin tidak bekerja secara efektif. "Sehingga ketika kilas balik, misalnya dipicu oleh ban mobil meletus, mereka mengalami kembali seluruh pengalaman mengerikan itu karena emosinya tidak disingkirkan dari memori dengan benar selama tidur," kata Walker.

Hasil studi ini menawarkan berbagai informasi tentang fungsi emosional tidur REM, yang biasanya mencakup 20 persen dari waktu tidur seorang manusia sehat.

Studi otak sebelumnya mengindikasikan bahwa pola tidur sehat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya pada orang yang menderita kelainan seperti trauma dan depresi.
sumber
Read More..

Selasa, 05 November 2013

9 Trik Kurangi Cedera Saat Olahraga

9 Trik Kurangi Cedera Saat Olahraga | Hajsmy Blog
Tanpa berolahraga rutin, pembakaran lemak dalam rangka penurunan berat badan tidak akan sempurna. Namun, bukan sembarang olahraga yang dilakukan. Olahraga berlebihan justru bisa menimbulkan cedera.

Berikut adalah panduan olahraga agar kegiatan olahfisik ini tidak menimbulkan cedera.

1. Selalu lakukan pemanasan


Anggap tubuh Anda mesin mobil. Agar enak dipakai, ia juga membutuhkan sedikit pemanasan sehingga semua minyak bisa melewati mesin dan risiko kerusakan berkurang.

Melakukan pemanasan 5-10 menit sebelum berolahraga akan membuat aliran darah lebih lancar dan meningkatkan temperatur otot-otot sehingga kita bisa bernapas lebih cepat. Hal ini juga akan membantu tubuh beradaptasi dengan setiap gerakan yang dilakukan.

2. Program yang progresif

Ketahui tingkat kebugaran Anda saat ini dan lakukan program yang sesuai. Secara bertahap tingkatkan intensitas dan durasi program Anda. Disarankan untuk meningkatkan durasi tidak lebih dari 10-15 persen per minggu.

3. Menghindari sindrom akhir pekan

Kesibukan sering kali merampas waktu kita hingga tak ada sisa waktu untuk berolahraga di hari kerja. Sebagai gantinya, biasanya kita melakukan olahraga di akhir pekan. Namun, karena ingin membakar lebih banyak kalori, olahraga dilakukan secara berlebihan sehingga terkadang menimbulkan cedera.

Olahraga dengan intensitas sedang yang dilakukan setiap hari lebih sehat dan lebih berisiko kecil mengalami cedera dibandingkan dengan olahraga ekstra keras yang dilakukan sekali di akhir pekan.

4. Hindari olahraga berlebihan

Karena ingin mengejar target penurunan berat badan, banyak orang yang memaksakan diri hingga ke titik tertentu hingga akhirnya cedera. Jelas ini bukan cara yang tepat untuk berolahraga. Tetaplah berolahraga dalam batas kemampuan Anda. Jika Anda mengalami kelelahan yang berat, segeralah beristirahat. Pastikan Anda tidak menghadapi gejala pusing, jantung berdebar-debar, nyeri dada, dan nyeri sendi.

5. Jangan berolahraga saat sakit

Jangan berolahraga jika Anda merasa tidak fit. Bila Anda berolahraga setelah sembuh dari penyakit atau cedera, mulailah secara perlahan-lahan dan bertahap.

6. Cukupi kebutuhan cairan

Konsumsi air saat berolahraga agar tubuh tidak dehidrasi dan kelelahan, terutama bila olahraga dilakukan di luar ruang.

7. Kenakan pakaian yang nyaman


Pilih pakaian yang menyerap keringat dan longgar. Untuk kaum hawa, kenakan bra yang mendukung untuk berolahraga.

8. Bantuan profesional

Jangan pernah malu untuk mengambil pelajaran dari seorang instruktur. Mereka lebih mengerti bagian tubuh mana yang harus dibentuk terlebih dulu dan intensitas yang tepat untuk mencapai tujuan Anda.

9. Beristirahat

Yang tidak kalah penting, ingatlah untuk mendinginkan diri setelah Anda menyelesaikan latihan. Olahraga berat dapat menyebabkan otot-otot Anda mengencang, dan kondisi ini lebih rentan cedera. Pastikan Anda membuat program peregangan dalam olahraga rutin untuk menjaga kelenturan otot-otot. (sumber)
Read More..